PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN
KURIKULUM
Oleh
Ratnasari (1105339) Pendidikan Kimia B
Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang
merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa disekolah. Agar
kurikulum dapat berfungsi sebagai pedoman, maka ada sejumlah prinsip dalam
proses pengembangannya. Prinsip adalah suatu hal yang sifatnya
sangat penting dan mendasar, terlahir dari dan menjadi suatu kepercayaan.
Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukan pada pengertian tentang
berbagai hal yang terkait dengan pengembangan kurikulum terutama dalam fase
perencanaan kurikulum.
Esensi dari pengembangan kurikulum adalah proses identifikasi analisis, sintesis, evaluasi, pengambilan keputusan dan kreasi elemen-elemen kurikulum.
Esensi dari pengembangan kurikulum adalah proses identifikasi analisis, sintesis, evaluasi, pengambilan keputusan dan kreasi elemen-elemen kurikulum.
Sumber prinsip yaitu dari mana asal
muasal terlahirnya suatu prinsip.setidaknya ada empat sumber prinsip
pengembangan kurikulum yaitu : data empiris (empirical data), data eksperimen
(Exsperimen data), cerita atau legenda yang hidup di masyarakat (folklore of
curricuculum), dan akal sehat (common sense) (Oliva, 19992 : 28).
Tpe-tipe prinsip pengembangan kurikulum
yaitu validitas dan reliabilitas prinsip yang digunakan.hal ini berkaitan
dengan sumber-sumber dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum itu
sendiri.Maka prinsip-prinsip pengembangan kurikulum bisa diklasifikasikan
menjadi tiga tipe prinsip yaitu anggapan kebenaran utuh atau menyeluruh (Whole
truth), anggapan kebenaran parsial (Partial truth), dan anggapan kebenaran yang
masih memerlukan pembuktian ( Hypothesis).
Macam-macam
prinsip ini bisa dibedakan dalam dua kategori yaitu prinsip umum dan prinsip
khusus.
a. Prinsip
umum
1.
Prinsip relevansi; secara internal bahwa kurikulum
memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan,
strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa
komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan
dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik
(relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat
(relevansi sosilogis).
2.
Prinsip fleksibilitas; dalam
pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes,
lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya
penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang
selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.
3.
Prinsip kontinuitas; yakni adanya kesinambungandalam
kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal.
Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan
kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan,
maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.
4.
Prinsip efisiensi; yakni mengusahakan agar dalam
pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber
lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.
5.
Prinsip efektivitas; yakni mengusahakan agar kegiatan
pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara
kualitas maupun kuantitas.
b.
Prinsip
Khusus
1.
Prinsip yang berakitan dengan tujuan
pendidikan.
Tujuan
pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum jangka panjang, jangka menengah
dan jangka pendek. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada: Ketentuan dan
kebijakan pemerintah, survai mengenai persepsi orang tua, masyarakat lainya,
survai tentang pandangan para ahli dalam bidang –bidang tertentu, survai
tentang manpower, pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama, dan
penelitian.
2.
Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan
isi pendidikan.
Dalam
penentuan isi Pendidikan/Kurikulum, harus dipertimbangkan hal-hal berikut :
penjabaran tujuan pendidikan baik umum dan khusus, Isi bahan pelajaran, urutan
Unit-unit kurikulum harus logis dan sistematis.
3.
Prinsip berkaiatan dengan pemilihan
prosese belajar mengajar.
Untuk
menentukan kegiatan dalam proses belajar, mengajar apa yang akan digunakan
hendakanya memperhatikan hal berikut: kecocokan metode mengajar, variasi
mengajar, urutan kegiatan,pencapaian tujuan, keaktifan, perkembangan, jalinan
kegiatan belajar disekolah dan dirumah, belajar yang menekan “learning by
doing” disamping “learning by seeing and knowing”.
4.
Prinsip yang berkenaan dengan penilihan
media dan alat pelajaran.
Dibawah
ini beberapa prinsip yang bisa dijadikan pegangan untuk memilih dan menggunakn
media atau alat bantu pembelajaran,yaitu : Alat/media, cara pembuatan, orang
dan pembiayaan serta waktu pembuatan, pengorganisasian alat dan bahan,
penggunaan multi media.
5.
Prinsip yang berkenaan dengan Evaluasi.
Dalam
pengembangan kurikulum harus memperhatikan prinsip–prinsip evaluasi yaitu
objektifitas, komprehensif, kooferatif, mendidik,, akuntabilitas, dan praktis.
Dalam praktiknya ada lima fase dalam pengembangan kurikulum yaitu perencanaan,
pengembangan, pengumpulan data, pengolahan data, laporan dan pemanfaatan.
Beberapa yang harus diperhatikan dalam prinsip penilan: Norma penilaian ,
Formula Guessing, mengubah skor mentah kedalam skor masak, Penggunaan skor
standar , Penggunaan hasil tes,penyusunan laporan, dan tujuan hasil laporan
Sumber:
Sudrajat, Ahmad. (2008). Prinsip Pengembangan Kurikulum. [Online]. Tersedia: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/prinsip-pengembangan-kurikulum/.
[27 Februari 2013].
Tim Pengembang MKDP
Kurikulum dan Pembelajaran. (2011). Kurikulum
dan Pembelajaran. Jakarta: Rajawali
Pers.