Selasa, 05 Maret 2013


KOMPONEN-KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Oleh Ratnasari (1105339) Pendidikan Kimia B
Kurikulum merupakan suatu sitem yang memiliki komponen-komponen tertentu, yaitu terdiri dari 4 komponen yaitu, komponen tujuan, isi kurikulum, metode, dan evaluasi. Sebagai suatu system,setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain. Sehingga apabila ada salah satu komponen terganggu, maka sistem kurikulum juga akan terganggu.
1. Komponen Tujuan
Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Dalam sekala macro rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau system nilai yang dianut masyarakat. Bahkan, rumusan tujuan menggambarkan suatu masyarakat yang dicita-citakan. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi 4, yaitu :
1)      Tujuan Pendidikan Nasional adalah tujuan yang bersifat paling umum dan merupakan sasaran yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan.
2)      Tujuan institusional merupan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum yang dirumuskan dalam bentuk kompetensi lulusan setiap jenjang pendidikan, misalnya standar kompetensi pendidikan dasar, menengah, kejuruan, dan jejnjang pendidikan tinggi.
3)      Tujuan Kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang setudi atau mata pelajaran.
4)      Tujuan Pembelajaran yang merupakn bagian dari tujuan kurikuler,dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan
Menurut Bloom, dalam bukunya yang berjudul Taxonomy of Educational Objectives yang terbit pada tahun 1965, bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan kedalam 3 klasifikasi atau 3 domain ( bidang ), diantaranya:
a.    Domain Kognitif
Domain kognitip adalah tujuan pendidikan yang berhubungan dengan kemampuan intelektual atau kemampuan berfikir. Domain kognitif terbagi menjadi 6 tingkatan yaitu: Pengetahuan ( Knowledge ), Pemahaman ( comprehension ), Penerapan ( application ), Analisis, Sintesis, dan Evaluasi
b.   Domain afektif
Domain afektif berkenaan dengan sikap, nilai-nilai, dan apresiasi. Menurut Krathwohl dan kawan-kawan ( 1964 ), dalam bukunya Taxonomi of Educational Objectives : Affective Domain, Domain afektif memiliki tingkatan yaitu : Penerimaan, Merspon, Menghargai, Mengorganisasi, Karakterisasi Nilai
c.    Domain Psikomotor
Domain psikomotor adalah tujuan yang berhubungan dengan kemampuan keterampilan seseorang. Ada tujuh tingkatan diantaranya, Persepsi ( Perception ), Kesiapan ( Set ), Meniru ( Imitation ), Membiasakan ( habitual ), Menyesuaikan ( Adaptation ), danMenciptakan ( Organization )
2. Komponen Isi /Materi Pelajaran
Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau mteri pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
3. Komponen Metode/Strategi
Metode adalah upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode juga digunakan untuk merealisasikan strateg iyang telah ditetapkan. Disini metode berfungsi sebagai cara untuk mengimplimentasikan mata pelajaran yang akan dijelaskan.
4. Komponen Evaluasi
Evaluasi adalah suatu pemeriksaan terhadap pelaksanaan suatu program yang telah dilakukan dan yang akan digunakan untuk meramalkan, memperhitungkan, dan mengendalikan pelaksanaan program ke depannya agar jauh lebih baik. Dengan demikian misi dari evaluasi itu adalah perbaikan atau penyempurnaan di masa mendatang atas suatu program. Jadi evaluasi adalah sebuah alat pengukur atau indicator untuk melihat tingkat keberhasilan suatu program yang dijalankan. Evaluasi sebagai alat untuk mencapai keberhasilan dapat dikelompokan menjadi dua jenis yatu tes dan nontes. Hasil tes biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif atau penguasaan materi. Sedangkan nontes adalah alat evaluasi yang digunakan untuk menilai aspek tingkah laku termasuk sikap, minat dan motivasi. Ada beberapa jenis nontes sebagai alat evaluasi diantaranya wawancara, observasi, studi kasus dan skala penilaian.
Sumber:
Hamalik, Oemar. (2005). Kurikulum dan Pembelajaran. PT Bumi Aksara. Jakarta.
Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. (2011). Kurikulum dan Pembelajaran.  Jakarta: Rajawali Pers.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar