KOMPONEN-KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Oleh
Ratnasari (1105339) Pendidikan Kimia B
Kurikulum merupakan suatu sitem yang
memiliki komponen-komponen tertentu, yaitu terdiri dari 4 komponen yaitu, komponen tujuan, isi kurikulum, metode, dan evaluasi.
Sebagai suatu system,setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain. Sehingga
apabila ada salah satu komponen terganggu, maka sistem kurikulum juga akan
terganggu.
1. Komponen Tujuan
Komponen
tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Dalam sekala macro
rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau system nilai yang
dianut masyarakat. Bahkan, rumusan tujuan menggambarkan suatu masyarakat yang
dicita-citakan. Tujuan pendidikan diklasifikasikan
menjadi 4, yaitu :
1)
Tujuan
Pendidikan Nasional adalah tujuan yang bersifat paling umum dan merupakan
sasaran yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan.
2)
Tujuan
institusional merupan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum yang dirumuskan
dalam bentuk kompetensi lulusan setiap jenjang pendidikan, misalnya standar
kompetensi pendidikan dasar, menengah, kejuruan, dan jejnjang pendidikan
tinggi.
3)
Tujuan
Kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang setudi atau mata
pelajaran.
4)
Tujuan
Pembelajaran yang merupakn bagian dari tujuan kurikuler,dapat didefinisikan
sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka
mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali
pertemuan
Menurut Bloom, dalam bukunya yang
berjudul Taxonomy of Educational Objectives yang terbit pada tahun 1965, bentuk
perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan kedalam 3
klasifikasi atau 3 domain ( bidang ), diantaranya:
a. Domain
Kognitif
Domain kognitip adalah tujuan
pendidikan yang berhubungan dengan kemampuan intelektual atau kemampuan
berfikir. Domain kognitif terbagi menjadi 6 tingkatan yaitu: Pengetahuan (
Knowledge ), Pemahaman ( comprehension ), Penerapan ( application ), Analisis,
Sintesis, dan Evaluasi
b. Domain
afektif
Domain afektif berkenaan dengan
sikap, nilai-nilai, dan apresiasi. Menurut Krathwohl dan kawan-kawan ( 1964 ),
dalam bukunya Taxonomi of Educational Objectives : Affective Domain, Domain
afektif memiliki tingkatan yaitu : Penerimaan, Merspon, Menghargai, Mengorganisasi,
Karakterisasi Nilai
c. Domain
Psikomotor
Domain psikomotor adalah tujuan
yang berhubungan dengan kemampuan keterampilan seseorang. Ada tujuh tingkatan
diantaranya, Persepsi ( Perception ), Kesiapan ( Set ), Meniru ( Imitation ), Membiasakan
( habitual ), Menyesuaikan ( Adaptation ), danMenciptakan ( Organization )
2. Komponen Isi /Materi Pelajaran
Isi
kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang
harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang
berhubungan dengan pengetahuan atau mteri pelajaran yang biasanya tergambarkan
pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan
siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai
tujuan yang ditentukan.
3. Komponen Metode/Strategi
Metode
adalah upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam
kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode
juga digunakan untuk merealisasikan strateg iyang telah ditetapkan. Disini
metode berfungsi sebagai cara untuk mengimplimentasikan mata pelajaran yang
akan dijelaskan.
4. Komponen Evaluasi
Evaluasi
adalah suatu pemeriksaan terhadap pelaksanaan suatu program yang telah
dilakukan dan yang akan digunakan untuk meramalkan, memperhitungkan, dan
mengendalikan pelaksanaan program ke depannya agar jauh lebih baik. Dengan
demikian misi dari evaluasi itu adalah perbaikan atau penyempurnaan di masa
mendatang atas suatu program. Jadi evaluasi adalah sebuah alat pengukur atau
indicator untuk melihat tingkat keberhasilan suatu program yang dijalankan. Evaluasi
sebagai alat untuk mencapai keberhasilan dapat dikelompokan menjadi dua jenis
yatu tes dan nontes. Hasil tes biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan
siswa dalam aspek kognitif atau penguasaan materi. Sedangkan nontes adalah alat
evaluasi yang digunakan untuk menilai aspek tingkah laku termasuk sikap, minat
dan motivasi. Ada beberapa jenis nontes sebagai alat evaluasi diantaranya
wawancara, observasi, studi kasus dan skala penilaian.
Sumber:
Hamalik, Oemar. (2005). Kurikulum dan Pembelajaran. PT Bumi Aksara. Jakarta.
Tim
Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. (2011). Kurikulum dan Pembelajaran.
Jakarta: Rajawali Pers.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar